Monday, January 22, 2018

KRITERIA DAN KEUTAMAAN SAHABAT MENURUT AGAMA ISLAM

KRITERIA DAN KEUTAMAAN SAHABAT MENURUT AGAMA ISLAM


Suatu ketika beberapa kaum muslimin sedang berada dalam majlis bersama Rosulullah SAW. Tiba-tiba datanglah rombongan orang-orang kafir. Orang-orang tersebut meminta kepada Rosul, agar umat muslim yang miskin diusir dari majlis tersebut bila Rosulullah menginginkan orang-orang kafir itu beriman kepadanya. Karena baginya kaum muslimin yang ada disitu adalah orang-orang hina, mereka adalah pengembala kambing dan bau mereka begitu busuk. Sedangkan orang-orang kafir tersebut merupakan orang terpandang. Mereka  adalah pemimpin bangsa. Jadi mereka merasa para pengembala tersebut tidak layak duduk berdampingan dengannya. Namun apa yang dilakukan oleh Rosulullah, apakan beliau mengusirnya. Jelas saja tidak,. Pada saat itu turun malaikat jibril dengan membawa wahyu Allah SWT. “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya diwaktu pagi dan petang, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya”. Maka Rosulullah bersabda, Allah SWT melarangku mengusirnya. Kemudian orang-orang kafir tersebut berkata: berilah kami satu hari dan orang-orang itu dihari yang lain. Dengan tegas rosullullah menolak usul itu. Namun orang itu juga masih terus mengajak kompromi. Kalau begitu dudukkan kami satu atap dengan mereka. Namun hadapkan wajahmu ke arah kami dan punggungi mereka. Dengan adanya keadaan tersebut turun firman Allah SWT

َٱصۡبِرۡ نَفۡسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ رَبَّهُم بِٱلۡغَدَوٰةِ وَٱلۡعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجۡهَهُۥۖ وَلَا تَعۡدُ عَيۡنَاكَ عَنۡهُمۡ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا ٢٨
“ Dan bersabarlah kamu dengan orang-orang yang menyeru kepada TuhanNya diwaktu pagi dan petang dengan mengharap keridhoanNya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka, sedang kamu mengharap perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al Kahfi :28)

Dalam Islam sudah diterangkan bagaimana cara kita mencari teman atau sahabat. Bukan dari harta, tahta maupun kebangsawanan yang menjadi tolak ukurnya melainkan ketaatan mereka terhadap sang pencintanya. Bila kita sering berkumpul dngan orang-orang yang sholeh makan insyaAllah kita pun akan memperoleh aura positif mereka. Dan itu bisa mempengaruhi jalan fikiran dan tingkah laku serta keyakinan. Namun bila sebaliknya maka kita juga akan dapat mudah terjerumus dalam lembah-lembah kemaksiatan.

Bila kita berkumpul dengan tukang pande (tukang besi) maka suatu saat kita akan terkena percikan apinya dan kemungkinan kulit kita juga akan ikut gelap. Namun bila kita berteman dengan orang penjual minyak wangi, maka badan kita juga akan ikut merasakan cipratan minyaknya. Itu hanya sebuah ungkapan atau kiasan. Intinya carilah teman atau sahabat yang baik agamanya. namun bukan berarti kita harus pilih-pilih teman, kita tetap berbuat baik dan berteman kepada siapapun namun porsi yang membedakannya.


Demikianlah sedikit kulasan tentang kriteria mencari sahabat. Sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kau susah, dan dia ikut bahagia dikala kau memperoleh kebahagiaan. Semoga kita selalu dibimbing oleh Allah agar memperoleh teman yang mempu membawa kita lebih dekat dengan Nya.


EmoticonEmoticon